Air Mata Cilubintang
Penulis: Faradika Darman
Tahun: 2016
Asal: Maluku
Cerita "Air Mata Cilubintang" yang ditulis oleh Faradika Darman berasal dari Maluku. Cerita ini mengisahkan tentang sepasang suami istri yang tinggal di Gunung Kumber, Pulau Banda. Sang suami bernama Andan dan sang istri bernama Dalima. Andan dan Dalima hidup saling mengasihi dan hidup bergotong royong. Pasangan suami istri ini dikaruniai lima orang anak; empat laki-laki dan satu perempuan. Anak perempuan yang lama dinanti-nanti itu diberi nama Cilubintang. Suatu ketika, bencana angin topan datang dan memporak-porandakan Pulau Banda. Andan dan Dalima pun hanyut dan menghilang entah ke mana. Akibat merasakan kesedihan yang sangat mendalam setelah ditinggal kedua orang tuanya, Cilubintang pun menangis. Genangan air mata milik Cilubintang itu membentuk sebuah kolam yang kemudian dipercaya sebagai air suci untuk perayaan upacara adat atau upacara tradisional masyarakat Bana. Selain itu, air mata Cilubintang juga diyakini memiliki kekuatan untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Cerita ini mengajari kita untuk selalu berbakti kepada kedua orang tua sebelum mereka pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Selain itu, kita harus memiliki sifat sabar dan menerima segala ketentuan yang telah ditetapkan Tuhan dengan hati yang lapang dan ikhlas.
