Asal Mula Ake To Lahi (Air Permintaan)
Penulis: Faruk Abas
Tahun: 2017
Asal: Maluku Utara
Ceita yang dikisahkan oleh Faruk Abas tentang Asal Mula Ake To Lahi. Suatu malam, Raja Sadik, pemimpin kerajaan di Ternate bermimpi didatangi laki-laki tua yang mengatakan bahwa kerajaannya akan ditimpa bencana panjang. Mimpi tersebut menjadi nyata ketika Desa Buku Bandera yang berada di bawah kepemimpinannya mengalami kemarau panjang menyebabkan banyaknya gagal panen, tanaman mati, dan kekeringan. Raja Sadik menyamar menjadi pemburu dan mendatangi desa tersebut dan melihat keadaan yang sesungguhnya. Saat bermalam disana, Raja Sadik memimpikan laki-laki tua yang pernah datang di mimpinya. Laki-laki tua itu berkata bahwa Raja Sadik harus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa lalu menancapkan sebatang bambu di dekat batu besar di bukit. Ketika Raja Sadik melakukannya, hujan turun dengan sangat deras. Waktu terus berlalu, tanah yang ditumbuhi bambu yang ditancapkan oleh Raja Sadik terus mengeluarkan air. Masyarakat setempat menyebutnya dengan ake lahi atau air permintaan.
Kisah ini menggambarkan nilai-nilai luhur kepimpinan dari seorang raja bijaksana yang selalu memikirkan rakyatnya.
